|
Sehubungan dengan masih adanya beberapa pertanyaan dan permintaan penjelasan
dari masyarakat di Indonesia terhadap mata uang Dinnar terbitan tahun
1993, yang bernominal besar dari 50.000.000 hingga 5 ratus milyar Dinnar,
agar tidak lagi menimbulkan kesimpangsiuran informasi dan penggunaan
dengan maksud-maksud tertentu yang dapat merugikan khalayak ramai bersama
ini disampaikan hal-hal sebagai berikut :
|
1.
|
Situasi moneter Yugoslavia
selama 1993/1994 mengalami kemunduran sehingga terjadi dua kali
devaluasi resmi dan dua kali denominasi disebabkan sangat derasnya
hiper inflasi yang menimbulkan kurs pasar yang sangat tinggi dan
fluktuatif. Dari waktu ke waktu selama kurun waktu Juni 1993 hingga
Januari 1994 juga telah beberapa kali terjadi pencetakan mata
uang baru yang pada puncaknya pada bulan Desember 1993 dilepas
peredaran uang kertas baru dengan nilai nominal 500.000.000.000. |
|
2.
|
Keadaan tesebut telah
memaksa diterapkannya rekonstruksi sistem moneter pada awal tahun
1994, dalam rangka revitalisasi ekonomi nasional, yakni diterbitkannya
valuta nasional yang keras dengan sebutan Novi Dinnar Pada tahap
awal kedua alat pembayaran tersebut berlaku parallel, yang juga
langsung secara berangsur uang lama ditarik dari peredaran dan
dinyatakan tidak berlaku lagi sejak akhir Maret 1994. |
|
3.
|
Dengan demikian uang Dinnar
terbitan tahun 1993 yang tersebut di atas telah dinyatakan tidak
berlaku lagi sejak Maret 1994. |
--------------
|